Kupang, kabartimor – Gempa M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu, meninggalkan jejak luka yang menggores nadi, jiwa dan hati ribuan orang. Banyak nyawa hilang, tinggalkan duka mendalam bagi mereka yang kehilangan sanak keluarga ratapi pilunya hidup. Tidak hanya kehilangan, lebih dari itu, ketika satu satunya tempat berteduhpun hilang, rumah lenyap, dan 111 nyawa tinggalkan mereka yang tersayang.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) ada 111 orang meninggal dunia dan 1.631 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, 95.567 unit rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Di tengah duka tersebut, gempa susulan masih terus terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 10.232 kejadian gempa susulan, meski grafik aktivitasnya mulai menunjukkan kecenderungan menurun.
Puluhan ribu warga juga masih bertahan di tempat-tempat pengungsian. Kabupaten Manggarai dan Nagekeo menjadi wilayah dengan konsentrasi pengungsi yang cukup besar.
Di tengah situasi itu, suara dari parlemen daerah kembali mengingatkan pemerintah agar tidak berhenti pada angka bantuan, tetapi melihat manusia yang berada di balik angka tersebut.
Wakil Rakyat Dapil NTT 5, Marinus Manis Kritisi Bantuan Yang Masih Jauh Dari Harapan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












