Daerah  

BUMDes & SDM Jadi Kunci Harapan PMD Flores Timur

Ia mengingatkan bahwa. Sebagian Masyarakat kita masih diderah oleh “mental fatalistic”, yang ditandai dengan etos kerja yang belum optimai, cenderung konsumtif, susah menunda kenikmatan, kebiasaan saving masih rendah dan cenderung menghabiskan anggaran untuk pesta pora.

Karena itu, pendekatan pemberdayaan masyarakat seharusnya tidak hanya ekonomi, tetapi juga sosial, budaya, dan pendidikan.

Sebagai solusi jangka panjang, Kadis PMD Flores Timur itu berharap agar Bumdes dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital dan akses internet untuk memperluas pasar produk lokal.

“Kita berharap usaha-usaha di desa bisa memanfaatkan marketplace, penjualan online, dan promosi digital. Tidak harus menjual secara konvensional,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD NTT Fredy Mui Minta Optimalkan Dana KUBE untuk Kelompok Rentan dan Disabilitas

Melalui program One Village One Product (OVOP) dari Pemerintah Provinsi NTT, Dinas PMD berharap ada pelatihan bagi pengurus Bumdes agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk unggulan desa.

Namun, kunci keberhasilan tetap terletak pada ketersediaan jaringan internet yang stabil di wilayah pedesaan.

Menyadari keterbatasan kapasitas SDM, Pemerintah Kabupaten Flores Timur mendorong agar desa-desa mengalokasikan anggaran untuk bimbingan teknis (bimtek) dari Dana Desa masing-masing.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung