Daerah  

Gius Berkisah, Mariana Menangis: Lahan Kering di Solor Jadi Sumber Penghidupan

Reporter : redaksi Editor: redaksi

“Pada saat ini kami di kelompok Ole Wura, kami sudah mendapat hasil penjualan mendekat 11 juta dan kami kami juga sudah bagi hasil, per orang 1 juta,” ujarnya.

“Hanya itu saja, Ama Bupati. Terima kasih banyak. Semoga Tuhan selalu memberkati Ama Bupati. Semoga senantiasa sehat,” tutup Mariana.

Sejak kegiatan pengolahan lahan dimulai pada April 2026, sejumlah kelompok tani mulai menikmati hasil usaha mereka. Kelompok Tani Ole Wura yang beranggotakan 11 orang mencatat pendapatan sekitar Rp11 juta.

Baca Juga :  Wali Kota di Festival Oeba: Budaya Bukan Warisan, Tapi Pinjaman dari Anak Cucu

Kelompok Tani Besi Pare yang beranggotakan 12 orang memperoleh pendapatan sekitar Rp8 juta. Sementara Kelompok Tani Ema Sare dengan 10 anggota mencatat pendapatan sekitar Rp7,5 juta.

Kelompok Tani Kelabo Doro yang beranggotakan 10 orang memperoleh pendapatan sekitar Rp8 juta. Adapun Kelompok Tani Milenial yang beranggotakan 12 mulai menghasilkan pendapatan sekitar Rp350 ribu.

(**//š“š¢š§šØ)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung