Tentu, publik bertanya-tanya. Bagaimana mungkin seorang pengkritik yang selama bertahun-tahun berdiri di luar, kini berada di dalam?
Rocky menjawabnya dengan kalimat yang sangat Rocky.
“Saya cuma pindah dari luar ke dalam,” ujarnya sambil tersenyum. “Sikap saya tetap. Pandangan saya tetap.”
Bagi Rocky, ini bukan soal berganti kubu. Ini soal berganti posisi melihat. Jika dulu ia melihat Istana dari kejauhan, kini ia melihat Indonesia dari jendela Istana.
Presiden Prabowo pun, menurut Rocky, sudah menitipkan pesan yang cukup dalam.
Beliau tidak meminta Wantimpres untuk mengurusi hal-hal teknis. Itu sudah ada kementerian yang mengerjakan. Wantimpres diminta untuk menjaga hal yang lebih sunyi tapi lebih penting: arah moralnya.
Tugasnya adalah mengingatkan dengan halus ketika sebuah kebijakan terlihat benar di atas kertas, tapi terasa jauh di hati masyarakat.
Di titik inilah cerita ini menjadi menarik untuk kita ikuti bersama.
Kita semua tahu Rocky tidak pernah pandai berbasa-basi. Ia selalu bicara apa adanya. Dan justru karena itu, kehadirannya di dalam Istana menjadi sebuah harapan baru.
Harapan bahwa di dalam ruang-ruang rapat yang formal, masih ada ruang untuk sebuah kejujuran yang disampaikan dengan tenang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












