Opini  

Kisah Dani dan Sang Ratu Buaya

Reporter : Admin
ArStory Official

KR – Dani adalah seorang pria muda berusia 28 tahun yang tinggal bersama ibunya, Bu Siti, di sebuah rumah kecil di pinggiran kota Medan.

Rumah mereka berdinding kayu lapuk dengan atap seng yang sering bocor saat hujan deras. Setiap hari, Dani bekerja sebagai driver ojek online.

Pendapatannya hanya cukup untuk membeli kebutuhan dasar, seperti beras, minyak goreng, dan obat-obatan untuk ibunya yang menderita rematik.

Meskipun hidupnya berat, Dani selalu berusaha tersenyum di depan ibunya. Namun, di balik senyumnya, tersimpan kesedihan mendalam.

Baca Juga :  Titipan Rindu untuk TNGP 2026

Pernikahannya dengan Anita, wanita yang sangat ia cintai, berakhir dengan perceraian. Tekanan dari mertuanya yang merasa Dani tidak pantas untuk Anita.

Motor tua yang sering mogok menjadi tantangan sehari-hari bagi Dani. Namun, ia tidak menyerah, meskipun terkadang hanya makan nasi dengan garam untuk menghemat uang.

Malam-malamnya sering dihabiskan merenung di depan rumah, bertanya kepada Tuhan mengapa hidupnya begitu berat.

Suatu sore, Dani duduk di tepi sungai dekat rumahnya. Suara gemericik air memberikan ketenangan di tengah kegelisahannya.

Baca Juga :  Rahasia Sukses Finansial Tapi 92% Bisa Jadi Miskin Karena Kebiasaan Ini

Ketika sedang melamun, ia melihat seekor anak buaya terjebak di antara bebatuan sungai. Rasa iba mendorong Dani untuk menolong makhluk kecil itu.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung