Semana Santa Larantuka: Tradisi Pekan Suci Paskah yang Mendunia dari Ujung Timur Flores

Reporter : Admin

KR – Larantuka, sebuah kota religius di ujung timur Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, dikenal sebagai “Kota Renha”, yang berarti kota yang selalu dilindungi oleh Bunda Maria.

Setiap tahun, kota ini menjadi pusat perhatian dunia melalui perayaan Semana Santa, prosesi religius umat Katolik yang sarat makna dan tradisi.

Semana Santa, berasal dari bahasa Portugis yang berarti “Pekan Suci”, adalah ritual keagamaan yang berlangsung selama tujuh hari.

Perayaan ini dimulai dari Minggu Palma, Rabu Trewa, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, hingga Minggu Paskah.

Baca Juga :  Sosok Ayah Hebat, Lahirkan Pengkhotbah Cilik Dunia, Jaden Lianto Menginspirasi Jepang

Puncak perayaan terjadi saat Prosesi Jumat Agung, di mana ribuan peziarah dari berbagai negara datang ke Larantuka untuk menyatu dalam devosi mendalam kepada Bunda Maria dan Yesus Kristus.

Tradisi yang Dipelihara Turun Temurun

Raja Larantuka, Don Andreas Martinus Dias de Godinho, sebagai presiden dari 13 suku Semana, menjelaskan bahwa Semana Santa telah berlangsung sejak 1773.

Awalnya, devosi ini dilakukan tanpa pendampingan pastor, namun dipelihara oleh suku-suku kerajaan dan komunitas lokal.

“:Prosesi dimulai dengan empat armida (perhentian), yang kemudian berkembang menjadi delapan armida demi menjangkau seluruh umat yang ingin memperkuat iman mereka,” jelas Dias.

Baca Juga :  Gas Nikah YNS: Jejak Cinta Abadi yang Diteguhkan di Tanah Amanuban

Ikatan Budaya dan Spiritualitas

Uskup Larantuka, Monsinyur Fransiskus Kopongkung, menjelaskan bahwa Bunda Maria menjadi pusat dari tradisi ini.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung