Daerah  

Flores dan Nusa Tenggara: Tanah yang Ditempa Api, Diuji Kekeringan, Namun Tak Pernah Berhenti Memberi Kehidupan

Reporter : Ivan Wuran
dok. Istimewa

Di tanah seperti inilah sebuah pelajaran besar tumbuh: bahwa kehidupan tidak selalu membutuhkan keadaan yang sempurna untuk tumbuh. Kadang kehidupan justru tumbuh paling kuat ketika keadaan memaksanya untuk bertahan.

Dan ketika kita melihat seorang petani Flores berdiri di ladangnya, menatap langit menunggu hujan, mungkin yang sebenarnya sedang kita lihat bukan sekadar seorang petani.

Kita sedang melihat manusia yang telah belajar dari bumi. Bahwa setelah musim kering selalu ada kemungkinan hujan. Bahwa setelah tanah retak masih ada benih yang bisa tumbuh. Dan bahwa selama manusia masih mau menanam, harapan belum pernah benar-benar mati.

Baca Juga :  MPP Kupang Permudah Akses Layanan JKN

(/*/ran/* sumber:  tulisan ini merujuk pada kajian berikut:
1. Hikmatullah, H., Subagyo & B.H. Prasetyo, _Indonesian Journal of Agricultural Science_, “Soil Properties of the Eastern Toposequence of Mount Kelimutu, Flores Island, East Nusa Tenggara and Their Potential for Agricultural Use”
2. Hikmatullah & Kesumo Nugroho, _Journal of Tropical Soils_, “Tropical Volcanic Soils From Flores Island, Indonesia”
3. Sukarman, Ai Dariah & Suratman, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, “Tanah Vulkanik di Lahan Kering Berlereng dan Potensinya untuk Pertanian di Indonesia”
4. Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan, _Profil Taman Nasional Kelimutu)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung