KUPANG, kabartimor.id –Di tengah menjamurnya kafe berkonsep modern di Kota Kupang, Cafe Tanjung Kolisia hadir dengan pendekatan berbeda. Bukan sekadar tempat minum kopi, kafe ini membawa serta nama dan cerita dari sebuah desa di pesisir utara Flores.
Adalah Andyka Erwin Naing, S.E., S.H., pemilik Cafe Tanjung Kolisia yang mengungkap makna di balik nama tersebut. Menurutnya, nama Kolisia tidak memiliki filosofi rumit, melainkan diambil langsung dari lokasi kafe pertamanya.
“Tidak ada filosofi khusus. Kolisia adalah nama desa. Desa di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Di sana memang ada tanjung dan teluk yang lengkap. Alamnya sangat indah,” ujar Andyka kepada KabarTimor.id, Sabtu (10/10/2026).
Cafe Tanjung Kolisia yang ada di Kupang, tepatnya di Jalan Palapa, samping Bulog NTT, depan Kantor Kominfo NTT, merupakan cabang. Pusatnya berada di Desa Kolisia, Kabupaten Sikka.
“Awalnya saya hanya membeli lahan di sana saat bertugas di Maumere untuk tempat tinggal. Lama-kelamaan tercetus ide untuk membuka usaha,” jelas Andyka.
Saat ini, kafe di Maumere tetap beroperasi dan dikelola manajemen setempat, sementara cabang Kupang dikelola langsung olehnya.
*Promosi Desa Lewat Nama Kafe*
Menariknya, Andyka bukanlah warga asli Sikka. Ia lahir dan besar di Kupang, namun memiliki kecintaan mendalam terhadap Maumere.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
