JAKARTA, kabartimor.id –Ada tempat yang kita tinggalkan, tetapi tidak pernah benar-benar meninggalkan kita. Ada tanah yang jauh dari mata, namun tetap dekat di dalam darah.
Bagi Emil Audero Mulyadi, tanah itu bernama Indonesia.
Lelaki kelahiran Mataram, 18 Januari 1997 itu akhirnya menemukan tempat untuk memberikan seluruh keberaniannya. Di bawah mistar gawang, ia menjaga bukan hanya bola, tetapi sebuah nama: Indonesia.
Ayahnya, Edy Mulyadi, berasal dari Indonesia. Ibunya, Antonella Audero, dari Italia. Sejak kecil Emil dibawa ke Italia dan tumbuh di sana sebagai pesepak bola. Kariernya ditempa sepak bola Italia.
Namun Indonesia tidak pernah benar-benar hilang.
Di pergelangan tangannya, pernah terlihat sebuah gelang dari Lombok.
“Ya, ini dari Lombok, pulau saya. Saya benar-benar merasakan ikatan antara saya dan Indonesia. Tentu saja, saya lahir di sini,” kata Emil.
Kalimat itu pendek. Tetapi di baliknya ada perjalanan panjang seorang anak yang lahir di Indonesia, tumbuh di Italia, lalu kembali untuk berdiri di bawah mistar Garuda.
*Masa Ketika Namanya Diperdebatkan*
Sebelum mengenakan merah-putih, nama Emil lebih dulu hadir dalam perdebatan. Pada 2021, pernyataan ayahnya mengenai kemungkinan Emil membela Indonesia menjadi polemik setelah rekaman percakapannya beredar luas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
